Asyiknya Mendongeng
Dewasa ini, banyak dari orangtua
yang meninggalkan kebiasaan untuk
mendongeng. Tradisi yang berkaitan erat dengan cerita sudah banyak
ditinggalkan. Namun, tahukah Bunda apa sih sebenarnya dongeng itu?
Dongeng berdasarkan literatur
termasuk ceita rakyat lisan. Menurut Danandjaya (1984), dongeng adalah cerita
rakyat yang tidak benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita, dan tidak
terikat waktu dan tempat. Walaupun ada juga dongeng yang berisikan cerita asli
dan kisah nyata. Dalam Bahasa Inggris, dongeng disamakan dengan Story telling
yakni menceritakan kisah baik lisan atau membaca buku cerita (Larkin 1947).
Nah, kini Bunda sudah paham sekilas tentang dongeng.
Ternyata dongeng itu bermanfaat
juga untuk buah hati kita. Karena, dongeng tidak saja disukai anak-anak, namun
orang dewasa juga menyukainya. Karena bagi orang yang sudah dewasa, pastilah di
alam bawah sadarnya akan selalu terkenang dengan dongeng atau cerita yang
dibacakan orangtuanya di masa lalu. Bagi anak kecil, dengan mendengarkan
dongeng , maka imajinasi dan kreatifitas mereka akan berkembang dengan
pesatnya. Bukankah selama masa pertumbuhan sel-sel otak mereka yang jumlahnya
miliyaran akan tumbuh dan merangkai satu sama lainnya? Alangkah indahnya jika
dimasa mereka kecil, mereka sudah merangsang otak dengan hal-hal positif
terutama dari mendongeng. Kemudian buah hati kita juga akan belajar akhlak dan
moral yang baik, serta budi pekerti yang luhur tanpa merasa digurui. Misalnya Bunda
mendongeng tentang kisah para Nabi, Syuhada, kisah para pejuang Islam, maka
akan tumbuhlah dalam diri buah hati Bunda kecintaan kepada Nabi dan orang-orang
yang sholeh. Selain itu, dengan membiasakan mendongeng, maka akan terjalinlah
ikatan emosional yang erat antara orang tua dan anaknya. Karena menurut Goleman
(1995), dongeng berfungsi sebagai pendidikan emas yakni IQ hanya menyumbang 20
% dari kesuksesan individu, sementara 80 % lainnya kecerdasan emosional. Dan
ini bisa diraih, jika para Bunda rajin merangsang kecerdasan emosional melalui
dongeng.
Lalu kapan saat yang tepat untuk
para Bunda atau Ayah untuk mendongeng kepada para buah hatinya? Nah, untuk hal
yang satu ini sebaiknya Bunda atau Ayah mencari waktu yang tepat minimal tepat
untuk orangtua dan anaknya. Namun usahakan Bunda membagi waktu dengan cermat
ya. Jangan sampai saat Bunda sedang merasa lelah, capek, atau sedang banyak
pikiran. Karena buah hati Bunda akan segera bisa membaca pikiran Bunda lho !
Bahwa Bundanya tidak ikhlas atau terpaksa mendongeng karena semata ingin
menepati jadwal yang sudah disepakati. Bisa saja Bunda mengganti waktu
mendongeng di waktu yang lain, asalkan komitmen dengan waktu yang baru.
Untuk masalah tempat untuk para
Bunda mendongeng sebenarnya bisa dimana saja. Asalkan dilihat dulu suasananya.
Bunda bisa mendisain suasananya, apakah di kamar sebelum tidur, di ruang
keluarga atau di taman juga bagus. Buah hati Bunda juga dikondisikan ya.
Terutama dongeng untuk para bayi usia setahun kebawah belum terlalu konsentrasi
untuk dongeng yang panjang, jadi cukuplah sentuhan atau cerita yang pendek
saja.
Nah, Bunda jadi mendongeng bukan
pekerjaan guru disekolah, atau dilakukan seorang profesional. Kita pun para
Bunda atau Ayah pun pasti bisa melakukannya. Yuk para Bunda dan juga Ayah,
luangkan waktu kita sebentar untuk mendongeng sekarang juga ! Karena jika
mendongeng rutin kita lakukan, maka Bunda akan melihat perkembangan yang
menakjubkan dari buah hati kita. Dan
acara mendongeng bersama Bunda atau Ayah adalah kegiatan yang menyenangkan juga
seru. Selalu dinantikan oleh buah hati kita setiap hari. Terbawa hingga mereka
dewasa sama seperti kita orangtuanya yang mungkin lebih dulu menikmati dongeng
tanpa kita sadari.
So, don’t forget Mom’s ! Mendongenglah dengan cinta.
Tatap mata buah hati Bunda, niscaya Bunda akan merasakan sensasi
tersendiri….Selamat Mendongeng !!
Rina Febriyanti
Penulis / Pendongeng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar